SOLIDARITAS STIKES ST. ELISABETH MAUMERE. SALURKAN SEMBAKO KEPADA KORBAN GEMPA DI MAGEPANDA DAN KOLISIA

Berita ELMA, Maumere – Civitas akademika STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere menggelar aksi nyata kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan sembako bagi warga terdampak bencana gempa bumi Flores pada Minggu, 22 Agustus 2026. Aksi tanggap darurat ini menyasar keluarga yang berada di dua titik lokasi, yakni Desa Magepanda dan Desa Kolisia.

Rombongan kemanusiaan dipimpin langsung oleh Ketua STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere, Maria Kornelia Ringgi Kuwa, didampingi Wakil Ketua II Bidang Non-Akademik RD. Gabriel Mane, Kaprodi D-III Keperawatan Antonia Rensiana Reong, serta perwakilan tenaga kependidikan dan mahasiswa.

Ketua STIKes St. Elisabeth Maumere, Maria Kornelia Ringgi Kuwa, menyatakan bahwa gerakan ini merupakan kelanjutan dari komitmen lembaga untuk mengubah pekerjaan menjadi panggilan kemanusiaan. “Hari ini kami turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan paket sembako kepada saudara-saudara kita di Magepanda dan Kolisia. Ini adalah wujud empati dan komitmen nyata seluruh civitas akademika dalam meringankan beban para korban yang sedang menghadapi masa-masa sulit pasca-gempa,” ujar Maria.


Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua II Bidang Non-Akademik, RD. Gabriel Mane, menegaskan pentingnya dukungan logistik yang cepat bagi masyarakat di masa pemulihan. “Kami memastikan pembiayaan dan pengadaan logistik untuk aksi solidaritas ini bergerak cepat dan tepat sasaran. Kehadiran kami di sini bukan sekadar membawa bantuan fisik, melainkan membawa dukungan moril dan kehadiran Gereja serta lembaga pendidikan di tengah penderitaan umat,” kata RD. Gabriel.

Dari sisi penanganan di lapangan, Kaprodi D-III Keperawatan, Antonia Rensiana Reong, menambahkan bahwa selain menyalurkan sembako, kehadiran para dosen dan mahasiswa keperawatan juga bertujuan untuk memetakan kebutuhan mendasar warga. “Masyarakat di Desa Magepanda dan Kolisia saat ini sangat membutuhkan dukungan dari sesama. Melalui aksi ini, mahasiswa kami juga belajar mengasah kepekaan sosial dan kesiapan mental sebagai calon tenaga kesehatan,” ungkap Antonia.

Perwakilan mahasiswa yang ikut dalam rombongan, Apolonarius Matung dan Yulia Peni Open, mengaku terharu bisa terlibat langsung dalam penyaluran bantuan ini. “Melihat langsung kondisi warga di tenda darurat membuat kami sadar bahwa bantuan sembako ini sangat berarti bagi mereka. Kami berharap aksi solidaritas dari kampus kami bisa memicu gelombang bantuan lain dari berbagai pihak,” tutur Apolonarius yang diiyakan oleh Yulia.

Aksi distribusi bantuan berjalan dengan tertib berkat koordinasi yang baik dengan aparat desa setempat. Dan warga penerima manfaat menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere di tengah situasi bencana ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top