DIBAWAH ANCAMAN GEMPA FLORES, STIKES ST. ELISABETH MAUMERE GELAR PKKMB SECARA OUTDOOR

Maumere, Berita ELMA — Khawatir akan potensi gempa bumi susulan yang masih membayangi wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, manajemen STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere mengambil langkah darurat . Seluruh rangkaian pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Kamis, 27 Agustus 2026, terpaksa dialihkan sepenuhnya ke luar ruangan (outdoor) demi menjamin keselamatan ratusan peserta.

Langkah mitigasi ini tidak menyurutkan komitmen institusi. Wakil Ketua I Bidang Akademik RD. Marhon Wega, Wakil Ketua II Bidang Non-Akademik RD. Gabriel Mane, bersama jajaran dosen, tenaga kependidikan, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) terlibat aktif memastikan seluruh proses pengenalan program studi berjalan lancar di bawah tenda terbuka.

“PKKMB tahun ini menjadi momentum untuk membentuk karakter tenaga medis yang tangguh di segala situasi, termasuk dalam mitigasi bencana,” ujar Ketua STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere, Maria Kornelia Ringgi Kuwa, dalam pidato pembukaannya di lapangan terbuka. “Keselamatan mahasiswa adalah prioritas mutlak kami. Proses edukasi tidak boleh terhenti oleh rasa takut.”

Fondasi Akademik di Tengah Kesiapsiagaan Bencana

Hari pertama orientasi diisi dengan materi krusial seperti Sosialisasi Visi Misi, Sistem Pendidikan Tinggi, Pengenalan Penyelenggara Pendidikan STIKes, serta strategi Motivasi dan Cara Belajar di Perguruan Tinggi. Sesi kemudian ditutup dengan Presentasi Nama Kebesaran untuk meneguhkan identitas korps mahasiswa baru.

Guna mencairkan suasana di tengah kewaspadaan bencana, agenda formal tersebut diselingi dengan persembahan tarian tradisional dari mahasiswa senior.

“Mengadakan acara besar secara outdoor di zona rawan gempa merupakan tantangan logistik yang berat,” kata Fransiska Paula Bolo, Penanggung Jawab Kegiatan. “Namun, dengan kerja keras seluruh panitia, substansi materi tetap tersampaikan dengan presisi tanpa mengurangi esensi acara.”

Solidaritas dan Respons Mahasiswa Baru

Keterlibatan aktif BEM menjadi motor penggerak utama dalam menjaga moral dan psikologis para mahasiswa baru di lapangan terbuka.

“Kami di BEM berkomitmen mendampingi rekan-rekan mahasiswa baru agar mereka tetap merasa aman dan nyaman selama berkegiatan di luar ruangan,” tegas Najwa, Wakil Ketua BEM STIKes St. Elisabeth. “Fokus kami adalah membangun ruang belajar yang suportif dan tanggap darurat.”

Bagi para peserta, format orientasi darurat ini justru memberikan pemahaman langsung mengenai realitas profesi kesehatan di lapangan.

“Mengikuti materi di luar kelas karena kewaspadaan gempa memberi kami pelajaran nyata tentang kesiapsiagaan,” tutur Krolina Karisna Devania, salah satu mahasiswa baru peserta PKKMB. “Penyampaian materi dan keindahan tarian dari kakak tingkat membuat kami tetap semangat.”

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan hari pertama terpantau berjalan tertib dan aman. Manajemen kampus memastikan akan terus memantau perkembangan situasi seismik dari otoritas terkait selama sisa masa orientasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top