PEDULI KORBAN GEMPA FLORES, STIKES ST. ELISABETH MAUMERE BERIKAN BANTUAN DAN LAYANAN FISIOTERAPI DI PANTI JOMPO PADU WAU

Berita Elma, MAUMERE — Civitas akademika STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere melanjutkan rangkaian aksi kemanusiaan pasca-gempa bumi Flores dengan menyambangi Panti Jompo Padu Wau pada Senin, 24 Agustus 2026. Dalam gerakan solidaritas ini, institusi kesehatan tersebut menyalurkan bantuan logistik, memberikan edukasi, serta melakukan pemeriksaan kesehatan dan tindakan fisioterapi kepada 67 warga lanjut usia (lansia) terdampak.

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua STIKes St. Elisabeth Maumere, Maria Kornelia Ringgi Kuwa, didampingi Wakil Ketua I Bidang Akademik, RD. Marianus Oktavianus Wega. Turut serta dalam aksi ini tim dosen yang terdiri dari Kristoforus Samson, Mediatrix Santi Gaharpung, dan Mariel Daba Sekar Sari Sius, serta tenaga kependidikan dan 19 mahasiswa program studi Fisioterapi.

Ketua STIKes St. Elisabeth Maumere, Maria Kornelia Ringgi Kuwa, menegaskan bahwa kunjungan ke panti jompo ini merupakan komitmen lembaga untuk menyentuh kelompok yang paling rentan selama masa pasca-bencana. “Lansia adalah kelompok yang paling rawan mengalami trauma fisik maupun psikologis setelah gempa. Kehadiran kami di Panti Padu Wau hari ini bukan sekadar mengantarkan bantuan fisik, melainkan bentuk nyata dari panggilan kemanusiaan untuk memastikan kesehatan dan kenyamanan orang tua kita di masa pemulihan ini,” kata Maria.

Dari sudut pandang kurikulum dan pengabdian masyarakat, Wakil Ketua I Bidang Akademik, RD. Marianus Oktavianus Wega, menjelaskan bahwa integrasi kompetensi klinis ke dalam aksi sosial adalah pilar penting pendidikan di kampus mereka. “Aksi ini menghubungkan langsung aspek akademis dengan respons darurat. Kami menerjunkan tim Fisioterapi agar mahasiswa dapat mempraktikkan ilmu penanganan taktis di lapangan secara langsung, sekaligus memberikan dampak klinis yang nyata bagi para penerima manfaat,” ujar Marianus.

Mewakili tim dosen, Mariel Daba Sekar Sari Sius, didampingi Mediatrix Santi Gaharpung dan Kristoforus Samson, memaparkan relevansi tindakan fisioterapis. “Melalui terapi fisik dan edukasi ergonomis yang kami berikan bersama mahasiswa hari ini, kami berusaha mengembalikan fungsi gerak mandiri para lansia,” ungkap Mariel.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa Fisioterapi yang turun ke lapangan, Natalia Carbini Tati, mengaku mendapatkan pengalaman berharga melalui interaksi langsung dengan para lansia di panti tersebut. “Kami melakukan pemeriksaan tekanan darah, memeriksa postur, dan memberikan intervensi fisioterapi ringan sesuai keluhan oma dan opa di sini. Mendengar cerita mereka dan bisa membantu meringankan rasa sakit fisik yang mereka rasakan membuat kami semakin memaknai esensi profesi kesehatan yang sedang kami tekuni,” tutur Natalia.

Aksi kemanusiaan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini mendapat sambutan hangat dari pihak pengelola dan seluruh penghuni Panti Jompo Padu Wau. Selain pemulihan fisik melalui fisioterapi, keceriaan dan suasana dialogis yang dibangun oleh civitas akademika STIKes St. Elisabeth Maumere dinilai mampu memberikan dorongan psikologis positif bagi para lansia pasca-bencana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top