KETUA YAYASAN ST. LUKAS GELAR PERTEMUAN DENGAN DOSEN DAN TENDIK STIKES ST. ELISABETH MAUMERE, BAHAS TRANSPARANSI HINGGA AKSI RELAWAN GEMPA

BERITA ELMA, MAUMERE — Ketua Yayasan Santo Lukas, RD. Fidelis Dua, menggelar pertemuan strategis bersama seluruh dosen dan tenaga kependidikan STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere pada Jumat, 21 Agustus 2026. Pertemuan ini mengusung tema utama “Dari Pekerjaan Menjadi Panggilan” untuk memperkuat integritas tata kelola kampus dan kepedulian sosial kemanusiaan.

Rapat koordinasi yang berlangsung di aula kampus tersebut membahas sejumlah agenda krusial. Pembahasan dimulai dari tata kelola transparansi keuangan, struktur pembiayaan institusi, sistem honorarium dosen dan pegawai, persiapan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), hingga inisiatif aksi kemanusiaan.

Ketua Yayasan Santo Lukas, RD. Fidelis Dua, menegaskan bahwa dedikasi di lembaga pendidikan Katolik ini harus melampaui rutinitas kerja profesional biasa. “Kita harus bergeser dari sekadar melihat ini sebagai pekerjaan untuk mencari nafkah, menjadi sebuah panggilan hidup yang penuh ketulusan. Transparansi keuangan dan penyesuaian honorarium yang kita formulasikan saat ini adalah bentuk komitmen yayasan untuk memastikan hak-hak dosen dan pegawai terpenuhi secara adil dan terbuka,” ujar RD. Fidelis.

Menanggapi penguatan manajemen internal tersebut, Ketua STIKes St. Elisabeth Maumere, Maria Kornelia Ringgi Kuwa, menyatakan kesiapan institusinya untuk menerapkan prinsip akuntabilitas tersebut dalam menyambut tahun akademik baru, termasuk pada agenda terdekat yakni PKKMB. “Keterbukaan dari pihak yayasan memberikan energi baru bagi kami di jajaran struktural. Dengan pondasi internal yang makin sehat, kami siap mengawal PKKMB tahun ini agar melahirkan generasi tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki empati tinggi,” kata Maria.

Suasana dialogis dalam pertemuan ini juga diapresiasi oleh perwakilan tenaga kependidikan (tendik). Ibu Beatrix, salah satu staf tendik yang hadir, menyampaikan bahwa kebijakan baru ini memberikan rasa tenang dan kejelasan bagi seluruh staf. “Transparansi mengenai pembiayaan dan kepastian honorarium ini membuat kami merasa dihargai. Ini memotivasi kami untuk memberikan pelayanan administrasi dan akademis yang terbaik bagi mahasiswa,” ungkap Beatrix.

Selain fokus pada pembenahan internal, pertemuan ini menghasilkan keputusan penting terkait aksi kemanusiaan eksternal. Manajemen STIKes St. Elisabeth sepakat untuk membentuk tim relawan kemanusiaan yang akan diterjunkan langsung membantu para korban gempa bumi. Inisiatif tanggap bencana ini akan dijalankan melalui kerja sama taktis dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebagai wujud nyata dari implementasi tema “panggilan” yang diikrarkan oleh seluruh civitas akademika.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top