MONITORING PASCAKREDITASI DIII KEPERAWATAN STIKES ST. ELISABETH MAUMERE TEGASKAN KOMITMEN PADA MUTU BERKELANJUTAN

Elma News – Program Studi Diploma III Keperawatan STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere menjalani kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pascakreditasi yang dilaksanakan oleh asesor Dr. Wida Kuswida Bhakti, M.Kes. pada Senin (20/7/2026) di kampus STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere. Kegiatan ini menjadi bagian dari mekanisme penjaminan mutu eksternal untuk memastikan komitmen program studi dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan setelah memperoleh status akreditasi baik sekali

Monitoring dan evaluasi berlangsung melalui serangkaian pemaparan capaian program studi, penelaahan dokumen pendukung, diskusi dengan pimpinan institusi, dosen, tenaga kependidikan, serta peninjauan terhadap implementasi berbagai rekomendasi hasil akreditasi sebelumnya. Fokus penilaian tidak hanya pada kelengkapan administrasi, tetapi juga pada keberlanjutan budaya mutu yang diterapkan dalam proses pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, serta pengembangan sumber daya manusia.

Ketua STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere, Maria Kornelia Ringgi Kuwa, menyampaikan bahwa monitoring pasca akreditasi merupakan momentum penting bagi institusi untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat budaya peningkatan mutu secara berkelanjutan.

“Kami memandang monitoring dan evaluasi ini bukan sekadar proses penilaian, melainkan kesempatan untuk memastikan bahwa seluruh rekomendasi hasil akreditasi telah ditindaklanjuti secara konsisten. Komitmen kami adalah menghadirkan pendidikan keperawatan yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta mampu menghasilkan lulusan yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.”

Menurutnya, STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere terus memperkuat sistem penjaminan mutu internal melalui peningkatan kompetensi dosen, pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, optimalisasi sarana pembelajaran, serta perluasan jejaring kemitraan dengan berbagai institusi pelayanan kesehatan.

Senada dengan itu, Ketua Program Studi DIII Keperawatan, Antonia Rensiana Reong, menjelaskan bahwa berbagai rekomendasi yang diberikan pada proses akreditasi sebelumnya telah menjadi dasar penyusunan program kerja dan evaluasi rutin di tingkat program studi.

“Kami berupaya agar setiap rekomendasi tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi diterjemahkan menjadi langkah-langkah nyata dalam pengelolaan program studi. Perbaikan kurikulum, penguatan pembelajaran berbasis praktik klinik, peningkatan aktivitas penelitian dosen, serta pengembangan layanan kepada mahasiswa terus kami lakukan sebagai bagian dari siklus peningkatan mutu yang berkesinambungan.”

Ia menambahkan bahwa keberhasilan mempertahankan mutu pendidikan memerlukan dukungan seluruh sivitas akademika serta kolaborasi yang erat dengan rumah sakit, puskesmas, dan berbagai mitra praktik sebagai wahana pembelajaran mahasiswa.

Sementara itu, asesor Dr. Wida Kuswida Bhakti, M.Kes., mengapresiasi keterbukaan institusi dalam menyampaikan perkembangan pascaakreditasi serta komitmen terhadap implementasi sistem penjaminan mutu.

“Monitoring pasca akreditasi bertujuan memastikan bahwa budaya mutu benar-benar hidup di dalam institusi, bukan hanya pada saat proses akreditasi berlangsung. Yang terpenting adalah bagaimana rekomendasi ditindaklanjuti secara berkelanjutan dan berdampak nyata terhadap kualitas pembelajaran, tata kelola, serta luaran lulusan. Dari hasil monitoring hari ini, saya melihat adanya komitmen yang baik dari pimpinan maupun program studi untuk terus melakukan pengembangan.”

Ia juga mendorong agar STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere terus memperkuat inovasi pembelajaran, meningkatkan produktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta memperluas kerja sama dengan berbagai institusi kesehatan guna meningkatkan daya saing lulusan di tingkat regional maupun nasional.

Kegiatan monitoring dan evaluasi berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif. Berbagai masukan yang diberikan asesor diharapkan menjadi pijakan bagi Program Studi DIII Keperawatan untuk terus memperkuat tata kelola akademik, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta membangun budaya mutu yang berkelanjutan sesuai standar pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan ini, STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere menegaskan komitmennya untuk terus menghasilkan tenaga vokasi keperawatan yang unggul, profesional, beretika, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Indonesia pada umumnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top