Kesehatan, di zaman kapitalisme global, telah menjadi sesuatu yang tampak amat masuk akal. Ia disajikan sebagai kebutuhan dasar, hak asasi, sekaligus tanggung jawab pribadi. Kita diajak merawat tubuh seperti merawat modal: dijaga, ditingkatkan, dan tidak boleh dibiarkan merugi. Slavoj Žižek, dengan kecenderungannya mengorek sisi gelap kewajaran, akan segera bertanya: sejak kapan kesehatan menjadi kewajiban moral yang begitu sunyi namun mengikat?
Dalam kapitalisme global, ideologi medis bekerja tanpa teriakan. Ia tidak memaksa dengan larangan, melainkan dengan ajakan. “Hidup sehat” terdengar seperti pilihan, padahal sering kali ia adalah keharusan yang tak diucapkan. Kita bebas—asal memilih yang benar. Bebas—selama tubuh tetap produktif. Di sini, Žižek melihat ideologi dalam bentuknya yang paling efektif: ketika ia tidak lagi tampak sebagai ideologi.
Ideologi medis hari ini menjanjikan netralitas ilmiah. Ia berbicara dengan bahasa data, protokol, dan efisiensi. Namun Žižek mengingatkan bahwa tidak ada bahasa yang benar-benar polos. Di balik klaim objektivitas, ada kepentingan ekonomi, logika pasar, dan tuntutan sistem yang ingin tubuh terus berfungsi. Kesehatan bukan hanya soal hidup yang baik, tetapi hidup yang berguna.
Kapitalisme global membutuhkan subjek yang sehat, bukan demi kebahagiaan, melainkan demi keberlanjutan sistem. Sakit menjadi gangguan. Istirahat menjadi kemewahan. Bahkan pemulihan pun harus cepat, terukur, dan tidak terlalu lama mengganggu ritme produksi. Dalam kondisi ini, kesehatan berubah menjadi norma yang kejam: ia tidak memukul, tetapi menilai.
Žižek akan mengatakan bahwa ideologi medis modern bekerja melalui fantasi keselamatan. Fantasi bahwa dengan pengelolaan yang tepat—pola makan, olahraga, manajemen stres—hidup bisa diamankan dari ketidakpastian. Fantasi ini menenangkan, sekaligus menipu. Ia memindahkan risiko struktural menjadi tanggung jawab individu. Jika sakit, mungkin ada yang salah dengan caramu hidup.
Yang ironis, subjek sadar akan kepalsuan fantasi ini, tetapi tetap mematuhinya. Kita tahu hidup tidak pernah sepenuhnya aman. Kita tahu tubuh rapuh. Namun kita tetap membeli janji kesehatan, tetap menghitung langkah, tetap merasa bersalah. Žižek menyebut kondisi ini sebagai sinisme ideologis: kita tahu, tetapi tetap melakukannya. Ideologi justru bekerja melalui kesadaran itu.
Dalam kapitalisme global, kesehatan juga menjadi komoditas yang tak pernah selesai. Selalu ada versi yang lebih sehat, lebih optimal, lebih mutakhir. Tubuh tidak pernah cukup. Ia harus ditingkatkan. Kesehatan tidak lagi tujuan, melainkan proses konsumsi yang berkelanjutan. Di sini, ideologi medis bersekutu mesra dengan pasar: menciptakan kebutuhan sambil menjanjikan pemenuhan yang tertunda.
Žižek tidak menolak ilmu kedokteran, sebagaimana ia tidak menolak kebutuhan akan kesehatan. Yang ia gugat adalah klaim diam-diam bahwa kesehatan adalah solusi bagi kecemasan eksistensial. Bahwa dengan tubuh yang terkelola baik, hidup akan beres. Kapitalisme global menyukai gagasan ini, karena ia mengalihkan pertanyaan tentang keadilan, kerja, dan makna hidup ke soal gaya hidup individual.
Dalam terang kritik ini, kesehatan tampak bukan lagi wilayah netral, melainkan medan ideologis. Ia membentuk cara kita memandang diri sendiri, menilai orang lain, dan menerima ketimpangan sebagai kegagalan personal. Orang sakit bukan hanya menderita secara fisik, tetapi juga secara moral: ia dianggap kurang disiplin, kurang bertanggung jawab.
Maka, berbicara tentang kesehatan di era kapitalisme global, bersama Žižek, adalah berbicara tentang keberanian untuk menolak fantasi yang terlalu rapi. Mengakui bahwa tidak semua sakit bisa dicegah, tidak semua hidup bisa dioptimalkan, dan tidak semua penderitaan adalah kesalahan pribadi.
Barangkali, kritik Žižek tidak menawarkan jalan keluar yang nyaman. Ia tidak memberi resep hidup sehat. Ia justru mengganggu ketenangan kita. Namun mungkin, justru di situlah kesehatannya: dalam keberanian untuk melihat bahwa hidup tidak sepenuhnya bisa dikelola, dan bahwa manusia lebih dari sekadar tubuh yang harus terus dijaga agar sistem tetap berjalan.
