GUBERNUR NTT KUNJUNGI DAN DORONG STIKES ST. ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE GO GLOBAL

Maumere, Berita ELMA – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kampus STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere pada Kamis (12/2). Kunjungan ini mengusung tema krusial: “Situasi Kesehatan Provinsi NTT Tahun 2025”.

Kehadiran orang nomor satu di NTT ini disambut hangat oleh civitas akademika sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap institusi pendidikan kesehatan di wilayah Flores.

Menyeimbangkan Kecerdasan dan Karakter

Dalam sambutannya, Ketua STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere, Maria Kornelia Ringgi Kuwa menekankan bahwa kurikulum yang diterapkan tidak hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga penanaman nilai moral yang kuat.

“Mahasiswa kami tidak hanya dididik untuk menjadi pintar secara intelektual, tetapi yang utama adalah dibentuk karakternya. Kepintaran bisa dicari, tetapi sikap hanya bisa dibentuk. Pintar saja tidak cukup di dunia kesehatan, mereka harus memiliki empati dan integritas,” ungkapnya

Saat ini, STIKes St. Elisabeth mengelola program studi D3 Keperawatan, S1 Informatika Medis, dan S1 Fisioterapi dengan sebaran mahasiswa yang mencakup wilayah Flores, Alor, hingga Sabu. Pihak kampus menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar meluluskan, namun mendayagunakan lulusan

“Kami tidak hanya meluluskan, tetapi juga memastikan pendayagunaan lulusan di pasar kerja lokal maupun internasional. Saat ini, beberapa lulusan kami sedang dalam proses penempatan di Jepang,” ujar Ketua STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere.

Pihak kampus juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada  Gubernur NTT atas dukungan beasiswa yang telah diterima mahasiswa sembari berharap dukungan Gubernur dalam mempermudah akses dan bantuan fasilitas fisik yang menunjang kualitas pendidikan.

Dari Lokal Menuju Panggung Internasional

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menyatakan apresiasinya terhadap evolusi institusi ini, yang bermula dari Sekolah Perawat Kesehatan (SPK), bertransformasi menjadi Akademi Keperawatan (Akper), hingga kini menjadi STIKes.

“Melalui UU Kesehatan yang baru, kita berupaya menyatukan berbagai ego sektoral demi transformasi kesehatan nasional dan daerah. Ini adalah kesempatan bagi STIKes St. Elisabeth untuk melakukan lompatan agar menjadi unggul,” tegas Gubernur Melki.

Beliau juga memuji branding kuat yang dimiliki kampus ini. Menurutnya, keberhasilan mengirim tenaga kerja ke Jepang adalah bukti bahwa kualitas lulusan STIKES ST. Elisabeth Keuskupan Maumere telah diakui secara global.

Dalam sesi tersebut, Gubernur memberikan panggung kepada Kepala Biro Ekonomi, Ibu Sherly untuk berbagi kisah inspiratifnya menempuh studi di luar negeri.

“Saya ingin mengeksplorasi diri dan merasa tertantang untuk sekolah di luar negeri. Kita tidak kalah pintar dengan masyarakat di luar NTT. Tidak ada yang sia-sia jika kita memiliki daya juang,” ungkap Ibu Sherly di hadapan para mahasiswa.

Gubernur Melki menekankan bahwa mentalitas “daya juang” inilah yang harus dimiliki oleh calon tenaga kesehatan NTT agar mampu bersaing di kancah internasional.

Suara Mahasiswa: Kebanggaan dan Motivasi

Antusiasme mahasiswa terlihat jelas sepanjang acara. Maria Claudia C.N. Tawa, mengungkapkan betapa kunjungan ini membuka cakrawala berpikirnya sebagai calon tenaga medis.

“Melihat perhatian langsung dari Bapak Gubernur dan mendengar motivasinya tentang membuat saya sangat bangga. Mendengar apresiasi Gubernur tentang lulusan kami bisa menembus Jepang membuat saya semakin yakin bahwa sejauh mana pun kita melangkah nanti, karakter yang dibentuk di kampus ini adalah bekal terbaik kami untuk mewarnai dunia,” ungkap Claudia.

Kunjungan Gubernur NTT membawa wawasan bersama untuk menjadikan pendidikan kesehatan sebagai pilar utama dalam membangun sumber daya manusia NTT yang sehat dan kompetitif di tahun-tahun mendatang. (Christian Romario).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top